Minyak Esensial

4 Jenis Minyak Esensial dan Cara Menggunakannya

Jenis minyak esensial ini mampu meredakan kulit sensitif, berjerawat, dan berminyak. Apa saja? Inilah pembahasannya. (Photo by Priscilla Du Preez on Unsplash)

Berbahan dasar alami, minyak esensial ternyata bermanfaat untuk kulit sensitif, berminyak, dan berjerawat. Ini jenis minyak esensial yang bisa digunakan.

Jenis minyak esensial ini mampu meredakan kulit sensitif, berjerawat, dan berminyak. Apa saja? Inilah pembahasannya. (Photo by Priscilla Du Preez on Unsplash)
Jenis minyak esensial ini mampu meredakan kulit sensitif, berjerawat, dan berminyak. Apa saja? Inilah pembahasannya. (Photo by Priscilla Du Preez on Unsplash)

A. Minyak esensial untuk kulit berminyak

Kulit berminyak muncul akibat kelenjar sebaceous memproduksi minyak berlebihan di permukaan kulit. Faktor-faktor yang memicu antara lain, kelembaban, panas, dan hormon.

Minyak esensial untuk kulit berminyak cenderung mengatur dan menekan produksi minyak di kulit. Jenis minyak esensial yang direkomendasikan yakni clary sage, geranium, lemon, dan nevoli (bunga jeruk).

Umumnya minyak esensial untuk kulit berminyak mengandung:

  • Senyawa aktif seperti linalyl acetate dan geranyl.
  • Zat anti-inflamasi.
  • Bersifat alkalinitas yang mampu menyeimbangkan minyak kulit.

B. Minyak esensial untuk kulit berjerawat

Kulit berjerawat tidak hanya disebabkan masalah hormonal saja, tetapi juga reaksi alergi dan cuaca buruk. Kulit berjerawat dapat diatasi dengan jenis minyak esensial yang bersifat menenangkan, mengandung non-komedogenik, dan tidak mengiritasi kulit.

Jenis minyak esensial yang bermanfaat untuk kulit berjerawat yakni tea tree, frankincense (kemenyan), lemongrass (serai), lavender, juniper bery, peppermint, dan oregano.

Minyak-minyak esensial tersebut umumnya mengandung:

  • Zat anti-inflamasi, antibakteri dan antimikroba.
  • Zat antiseptik.

C. Minyak esensial untuk kulit sensitif

Kulit sensitif umumnya ditandai dengan kulit kering, mudah pecah, dan rentan alergi. Namun kulit sensitif juga bisa terjadi bersamaan dengan kulit berminyak dan berjerawat.

Karena kondisi kulit seperti ini, Anda harus menghindari kandungan minyak esensial yang asam. Seperti minyak esensial lemon dan serai.

Apa saja jenis minyak esensial yang aman digunakan? Misalnya minyak esensial lavender, sandalwood (kayu cendana), chamomile, dan calendula (marigold).

Minyak-minyak esensial untuk kulit sensitif, kering, dan mudah pecah umumnya mengandung zat anti-inflamasi dan azulene (melembabkan),

D. Minyak esensial untuk anti-penuaan

Seiring berjalannya waktu, kulit mengalami perubahan dan penuaan. Misalnya muncul keriput, kekenyalan berkurang, bahkan rentan mengendur. Perubahan ini terjadi karena produksi kolagen mengalami berkurang.

Meski begitu, Anda dapat menunda penuaan dengan beberapa jenis minyak esensial seperti pomegranate, lemon, rosehip (mawar), rosemary, jojoba, argan, frankincense (kemenyan/dupa), ylang-ylang (kenanga).

Jenis minyak esensial tersebut umumnya mengandung:

  • Zat antioksidan.
  • Bersifat anti-inflamasi, anti-kanker, dan anti-mikroba.
  • Zat antiseptik.
  • Vitamin A dan C.

Bagaimana cara mengaplikasikan minyak esensial ini?

Jika Anda membeli minyak esensial yang sudah dicampur dengan minyak pelarut (zaitun, kelapa, dan sebagainya), maka sebaiknya dites kecocokan dulu. Minyak pelarut tersebut berperan untuk mengencerkan kekentalan minyak esensial agar dapat diaplikasikan ke kulit.

Jangan khawatir, meski dicampur minyak pelarut, sebaiknya tetap melakukan tes indikasi alergi kulit atau tidak cocok. Caranya, oleskan di beberapa bagian tubuh tertentu. Lalu, tunggu dalam waktu 24 jam untuk memeriksa reaksi alergi.

Jika cocok, aplikasikan satu atau dua tetes di bagian punggung tangan. Lalu, oleskan ke bagian wajah yang dibutuhkan.

Selain itu, bila Anda sedang dalam perawatan dokter, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu ke dokter kulit sebelum menggunakan minyak esensial tersebut.

Untuk menghindari iritasi, alergi, atau ketidakcocokan lainnya, direkomendasikan menggunakan minyak esensial asli, berkualitas tinggi, dan tanpa mengandung bahan kimia.

Perhatikan pula penggunaan minyak esensial. Bagi anak-anak di bawah usia 12 tahun, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia, perhatikan cara aman penggunaan sebelum mengaplikasikannya. Bila perlu, rujuk dengan rekomendasi dari dokter.

Tertarik menggunakan minyak esensial secara aman dan nyaman bersama Tanvi.id?

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *