Perawatan Area Intim

16 Cara Merawat Organ Kewanitaan dengan Bahagia

Mengganti pembalut adalah salah satu cara merawat organ kewanitaan lho! (Photo by Karolina Grabowska from Pexels)

Sebagai perempuan, menghargai tubuh adalah patut dilakukan. Salah satunya dengan cara merawat organ kewanitaan. Ini 16 langkahnya!

Anda bisa mulai dari yang kecil hingga krusial. Yuk intip dulu cara merawat organ kewanitaan ini!

1. Basuh vagina secara rutin

Cara merawat organ kewanitaan yang pertama adalah basuh vagina secara rutin. Saat buang air kecil dan air besar, basuhlah dari arah depan (vagina dan bagian luarnya) menuju belakang (anus dan bagian luarnya). Tujuannya agar menghindari infeksi dari bakteri anus ke vagina.

2. Jaga keseimbangan pH vagina

Tingkat keasaman (pH) vagina secara normal adalah 3.8-4.5. Karena itu, penggunaan sabun pewangi, gel, antiseptik, alat semprot (douche) tidak disarankan. Sebab, dapat mengganggu keseimbangan pH dan meningkatkan risiko infeksi dan iritasi pada vagina.

Mengganti pembalut adalah salah satu cara merawat organ kewanitaan lho! (Photo by Karolina Grabowska from Pexels)
Mengganti pembalut adalah salah satu cara merawat organ kewanitaan lho! (Photo by Karolina Grabowska from Pexels)

3. Rutin ganti pembalut

Saat menstruasi, pH vagina jauh lebih lembap. Karena itu, bersihkan vagina lebih dari 2x sehari dan rutin ganti pembalut selama selang 2-4 jam. Bila perlu, bersihkan juga bagian antara vagina-anus (perineum) dan area luar vagina.

4. Gunakan pakaian dalam bahan katun

Pakaian dalam bahan katun mampu menyerap keringat dan meningkatkan sirkulasi udara. Sedangkan nilon dan sutra sebaliknya. Meski begitu, cucilah dengan sabun mengandung sedikit deterjen dan tanpa pelembut pakaian.

5. Cukur bulu pubis seperlunya

Bulu pubis atau bulu kemaluan berfungsi melindungi vagina dari bakteri, kotoran, gesekan, serta keringat. Cukur seperlunya. Agar tidak lecet, gunakan krim atau gel khusus.

Siapa bilang cara organ kewanitaan hanya dengan pasif-pasif saja? Lakukan squat juga perlu lho! (Photo by Andrea Piacquadio from Pexels)

6. Latih otot dasar panggul dan vagina

Yoga, senam kegel, dan berenang mampu melatih otot dasar panggul dan vagina. Cara merawat organ kewanitaan ini mampu mengendalikan urin dan menjaga vagina tetap kencang.

7. Kurangi rokok dan alkohol

Rokok mengandung campuran bahan kimia yang aktif mengganggu stabilitas hormon dan jaringan pada organ reproduksi. Begitu pula alkohol. Sehingga, risiko terkena kanker serviks, infeksi HPV, dan gangguan kehamilan lebih tinggi.

8. Lakukan vaksin

Vaksin diperlukan untuk melindungi virus dan kanker. Misalnya vaksin HPV (kanker serviks), vaksin Hepatitis B, dan vaksin MMR.

9. Lumasi vagina

Efek samping obat antihistamin, antidepresan, dan pil KB kadang membuat vagina kering. Untuk itu, komunikasikan dengan pasangan untuk menggunakan pelumas pada vagina sebelum berhubungan seksual. Jika tidak, vagina akan lecet dan terasa menyakitkan.

10. Hati-hati saat bersepeda

Rasa kesemutan, sakit, dan mati rasa sering terjadi saat bersepeda. Untuk mengatasinya, kenakan celana sepeda khusus yang empuk untuk menjaga vagina dari rasa sakit saat bersepeda. Bila perlu, oleskan krim chamois anti-lecet.

11. Kurangi penggunaan tisu

Tisu praktis mengeringkan alat genital dan mudah dibawa. Namun, kasus penggunaan tisu basah untuk mengeringkan organ kewanitaan masih ditemui.

Risikonya, kandungan kimia, pengawet, dan pewangi pada tisu basah dapat menimbulkan alergi, mengganggu kesuburan, bahkan memicu iritasi. Karena itu, sebaiknya kurangi penggunaan tisu basah dan tisu wajah.

12. Gunakan alat kontrasepsi

Alat kontrasepsi berfungsi melindungi alat kelamin saat berhubungan seksual. Tujuannya, dapat mencegah kehamilan dan penyakit menular seksual (PMS), serta menjaga pH vagina. Misalnya kondom.

Perhatikan pemakaiannya agar tidak menyebabkan iritasi. Gunakan kondom bersamaan dengan pelumas berbahan dasar air.

13. Periksa ke ginekolog

Memeriksakan diri secara rutin ke ginekolog penting untuk merawat organ kewanitaan. Misalnya periksa ke ginekolog pada umur 21 tahun atau tiap tiga tahun sekali jika aktif secara seksual. Lakukan pula pap smear untuk mendeteksi adanya kanker.  

14. Tanggung jawab secara seksual

Bertanggung jawab secara seksual artinya berhubungan intim hanya pada satu pasangan. Juga, mengerti orientasi seksual dan memahami titik tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh oleh lawan jenis. Bila perlu, pelajari masalah kesepakatan (consent) dalam berhubungan intim, komunikasi asertif dan relasi kuasa antar wanita-pria.

15. Tidak membanding-bandingkan

Membandingkan tubuh bagian privat seperti tampilan luar organ kewanitaan hanya membuang waktu. Apa yang Anda lihat di film, TV, dan iklan produk adalah konstruksi. Cara merawat organ kewanitaan tidak perlu sampai memutihkan selangkangan, mencukur habis bulu pubis, atau bahkan menggunakan sabun kewanitaan berlebihan. Jadi, fokuslah ke diri sendiri.  

16. Saring informasi kesehatan reproduksi

Cara merawat organ kewanitaan yang terakhir adalah selalu saring informasi kesehatan reproduksi. Bedakan mana informasi komersial kesehatan, dan yang benar-benar mengedukasi. Perhatikan, apakah informasi tersebut berdasarkan penelitian, jurnal ilmiah, atau investigasi?

Nah, bagaimana cara merawat organ kewanitaan versi Anda? Lakukan perawatan intim dengan bahagia ya!

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *